Read More
Taruna Merah Putih, Sayap Baru PDI Perjuangan
Setelah Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), PDI Perjuangan kini melahirkan lagi anak kandung baru. Namanya Taruna Merah Putih. Setelah Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), PDI Perjuangan kini melahirkan lagi anak kandung baru. Namanya Taruna Merah Putih.Kamis 10 Januari kemarin, bertepatan dengan peringatan HUT ke-35 PDI Perjuangan, mars baru diperkenalkan di internal warga ’’moncong putih’’. Artis dari kawasan timur Indonesia, Endo Kondologit, diamanati membawakan lagu berjudul Taruna Merah Putih itu.

Sesuai judulnya, lagu tersebut memang merupakan mars resmi sayap baru PDIP, Taruna Merah Putih, yang dideklarasikan kemarin. Sayap baru tersebut secara spesifik akan membidik segmen pelajar, mahasiswa, taruna (bukan pelajar dan mahasiswa), serta para profesional muda.

Meski merupakan mars resmi organisasi, melodinya dibuat rancak ala ’’pop’’ dengan beat yang lumayan cepat. Lirik yang ditulis ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Olahraga DPP PDIP sekaligus Ketua Taruna Merah Putih Maruarar Sirait itu pun cukup sederhana. Benar-benar mengikuti selera anak muda.

’’Taruna merah putih pembela Pancasila, Sabang sampai Merauke haruslah terjaga. Dengarlah drap dap dap suara langkah kaki berderap. Genderang drap dap dap iringi langkah kaki bersama,’’ begitu bunyi lirik lagu tersebut.

’’Organ ini memang untuk menampung aspirasi anak muda dan menjaring pemilih dari segmen itu,’’ jelas Arar, panggilan akrab Maruarar Sirait.

Menurut dia, dari survei LSI, hanya 16 persen pemilih pemula yang memilih PDIP. Karena itu, dengan kehadiran sayap baru tersebut, PDIP menargetkan perolehan suara minimal 30 persen.

’’Sejumlah program yang cocok buat anak muda, mulai pendidikan, olahraga, seni, budaya, sampai religius, sudah kami susun,’’ ungkap putra politikus senior PDIP Sabam Sirait tersebut.

Menurut dia, logo Taruna Merah Putih juga dicari yang paling ’’gaul’’. Awalnya, dipersiapkan tujuh alternatif. ’’Setelah jajaran pengurus melakukan survei kecil-kecilan ke sejumlah anak muda, dipilihlah lambang obor putih dengan lima sulur api berwarna merah itu,’’ jelasnya.

Tak hanya berhenti sampai mars dan logo organisasi, tampilan para pengurus inti Taruna Merah Putih juga sangat ’’gaul’’. Mereka semua mengenakan blue jeans. Padahal, kemarin, DPP juga mengadakan acara resmi peringatan HUT partai.

Bila mengacu pada tradisi partai, seluruh pengurus dan kader biasanya diwajibkan mengenakan rok atau celana panjang kain berwarna hitam. ’’Tapi, ini juga sesuai arahan Bu Mega lho (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Red),’’ tegas Arar.

Karena itu, Richard Sambera (atlet renang) dan Utut Adianto (pecatur) yang menjadi duta olahraga sampai Edo Kondologit (penyanyi) dan Dedi Gumelar atau Miing (pelawak) yang didapuk menjadi duta seni dan budaya ’’cukup berani’’ tampil menggunakan celana jins. Padahal, sebelumnya, mereka juga harus naik panggung menerima langsung KTA (kartu tanda anggota) dari Megawati.

Taruna Merah Putih merekrut sejumlah tokoh pemuda dari berbagai latar belakang. Ada GMNI, PMKRI, HMI, IPNU, sampai aktivis lingkungan. Bahkan, yang menjadi ketua Bidang Olahraga adalah Eka Santosa, kader PDIP yang duduk di DPR.

Sementara itu, aktivis perempuan yang juga mantan aktivis HMI, Ratna Bantara Munti, didapuk menjadi Kabid Perempuan. ’’Kalau dihitung, hanya 25 persen yang dari warga PDIP, sedangkan 75 persen lainnya dari luar. Buat apa memerahkan lagi yang sudah merah,’’ ungkapnya.

Megawati mengaku, dirinya memang sengaja mengizinkan pengurus Taruna Merah Putih tampil gaul pada hari itu. Menurut dia, celana jins secara simbolis identik dengan anak muda. ’’Saya saja, meski sudah nenek-nenek, juga Pak Taufiq (Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Taufiq Kiemas, Red) kalau lagi bersantai ria juga senang pakai jins,’’ katanya lantas tersenyum.

Namun, Mega juga mewanti-wanti agar anak muda tidak melepaskan tanggung jawabnya terhadap bangsa dan negara. Terutama, menjadi manusia bermanfaat bagi orang-orang di sekitar. ’’Anak muda itu jangan hanya bisa ngerock, jangan hanya bisa ke mal ya,’’ tegasnya.

Priyo Handoko, JAKARTA, Kalteng Pos Online



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

(*)
@